Wednesday Feb 21, 2024

Tips naik kereta bersama anak

Berdasarkan pengalaman, anak pertama kami, A, pernah menempuh perjalanan dengan kereta ke beberapa daerah seperti Bandung, Purwokerto, Gombong, dan juga Malang. Ada banyak cerita seru di balik perjalanan bersama anak. Pastinya tidak mudah namun semoga para orangtua selalu senang membersamai anak saat travelling ya! Mungkin tidak semua pengalamannya sama seperti saya, namun berikut beberapa tips saat menaiki kereta bersama anak dengan waktu tempuh yang lama:

  1. Pesan tiket jauh-jauh hari supaya masih bisa memilih bangku dan tidak terpisah dengan keluarga lainnya.
  2. Buat daftar perlengkapan yang harus dibawa agar tidak ada yang tertinggal
  3. Pisahkan barang-barang yang frekuensi dipakainya lebih sering dalam tas terpisah atau di kantong tas paling atas agar mudah mengambilnya saat dibutuhkan.
  4. Berangkat menuju stasiun sedini mungkin supaya nggak ada adegan lari-lari kaya saya waktu ke Malang!
  5. Bawa makanan ringan dan susu kotak untuk mengganjal perut si anak. Karena biasanya anak akan lebih mudah cranky jika perutnya lapar ataupun mengantuk.
  6. Untuk makanan berat kami membawa rendang. Alasannya supaya lebih hemat karena tidak perlu membeli makan di kereta dan pilihan jatuh pada rendang karena tahan lama dan tidak mudah basi. Juga tentu saja karena kami bertiga doyan! Kami pun membawa nasi dalam kotak makan, lalu makan malam secara bergantian sambil juga menyuapi A. Lumayan mengirit Rp 30.000 per porsi untuk nasi goreng yang dijual di kereta.
  7. Jangan lupa membawa mainan kesukaan maupun buku favorit si anak supaya ia tidak bosan. Sesekali ajak ia berjalan di sepanjang lorong kereta. A malah sempat meminta pindah gerbong, tapi begitu kami melewati gerbong satu menuju gerbong lain, ia meminta balik lagi karena malu.
  8. Jika si anak sudah melewati tahap toilet training, maka semangati ia untuk melanjutkan kemampuannya pipis di toilet. Meskipun itu akan membuat anak dan orangtua bolak-balik ke toilet. Ketika ia sudah menunjukkan kebisaan untuk bilang mau ke toilet, jangan dipatahkan dengan berkata,”Pipis aja di sini, kan kamu pakai popok.” Memakaikannya diapers saat itu hanya untuk antisipasi anak yang masih suka ngompol saat tidur, bukan memfasilitasinya supaya tidak repot bolak-balik. Saya saat itu jadi terharu sekali karena meski harus bolak-balik berjalan dan berada di toilet dalam kondisi kereta yang bergoyang-goyang, A tetap setia mengajak saya ke toilet.
  9. Jangan lupa baca doa semoga si anak dan orangtua yang mendampingi sehat di perjalanan selalu.

Happy travelling by train!

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top