Sunday May 19, 2024

Jangan katakan tiga hal ini pada orang yang depresi atau mengalami gejala depresi

Depresi merupakan gangguan suasana hati berupa rasa sedih yang mendalam dan berkepanjangan hingga seperti berlarut-larut. Biasanya juga disertai rasa putus asa, selalu merasa bersalah, dan merasa tidak berharga.

Depresi bisa menimpa siapa saja. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pejabat, hingga ibu rumah tangga. Depresi meliputi kesehatan mental dan juga fisik. Bisa saja seseorang yang depresi mengalami gangguan pola tidur dan nafsu makan namun terlihat baik-baik saja saat berada di tengah masyarakat. Ada juga orang yang depresi yang awalnya bersemangat melakukan kegiatan tiba-tiba menarik diri dari lingkungan sosialnya.

Saat ini informasi mengenai pentingnya kesehatan mental masih dirasa minim meski sudah mulai bermunculan gaungnya. Namun tetap saja, masih ada masyarakat yang menghubungkan orang yang depresi dengan stigma negatif. 

Depression doesn’t just steal happy feelings. Sometimes it can steal all feelings, which can make people seem flat or indifferent.

https://www.heysigmund.com/depression-teens-warning-signs-help/ 

Jika memang tidak bisa membantu akan lebih baik jika diam saja. Jangan malah menambah beban emosional orang yang sedang depresi dengan kata-kata yang tidak membantu dan malah mendorongnya semakin terpuruk.

Berikut adalah kata-kata yang jangan diucapkan pada orang yang sedang depresi atau mungkin mengalami gejala depresi:

  1. Kamu kurang beriman

Banyak yang masih mengaitkan kesehatan mental dengan kurangnya ibadah. Padahal sama seperti penyakit lainnya yang juga datang dengan gejala tertentu dan tidak berkaitan dengan ibadah atau tidak. Bahkan ada juga orang yang mengalami depresi padahal ia sangat rajin beribadah. Depresi atau tidak IMHO ya memang tetap harus beribadah dan mengingat Allah. That’s what i believe. Tapi sebaiknya jangan kaitkan ia depresi karena tidak beriman. Depresi itu terjadi karena ada sesuatu yang terjadi pada tubuh (termasuk juga otak) dan komplikasi dari banyak sekali peristiwa yang sudah terjadi.

2. Kamu tidak bersyukur

Nah, ini nih juga yang paling banyak diucapkan. Why oh why?

3. Semua gara-gara kamu

Oh, please. Nggak usah dibilangin. Orang yang depresi sudah cukup menyalahkan dirinya sendiri terus menerus. Berulang kali. Everything seems wrong, even just for wearing some clothes. 

Depresi sungguh tidak ada kaitannya dengan semua hal di atas. Bahkan dalam sebuah penelitian dijabarkan bahwa depresi yang terjadi pada perempuan bisa juga berkaitan dengan kurangnya vitamin D. 

Semoga tulisan ini bisa turut mengurangi stigma negatif pada orang yang pernah atau sedang depresi dan semakin banyak dukungan terhadapnya. 

Jika kamu merasa seolah seperti putus asa dan depresi, tolong segeralah bercerita pada profesional. Jangan malu dan ragu karena stigma dari orang lain.

And please remember that you are loved ❤

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top