Friday May 17, 2024

Motret dengan kamera prosumer Nikon P900

Awal melihat iklan kamera prosumer ini saya langsung takjub. Kamera dengan kemampuan zoom yang sangat super ini tentu membuat saya berpikir satu hal: memotret burung!

Kemampuan identifikasi dalam pengamatan burung saya sangat minim. Minim jam terbang, minim pengetahuan. Maka ketika melihat kamera Nikon p900 saya berpikir bahwa itu mungkin bisa menambah wawasan saya. Ya tentu saja karena saat itu uang tabungan saya pun masih bersisa. 

Setelah menimbang dan suami setuju-setuju saja, akhirnya kami pergi ke toko kamera di Mangga Dua untuk membeli kamera tersebut.

Selama ini saya bercita-cita memiliki kamera dengan lensa tele, tapi apa daya belum terwujud. Ya sudahlah, kamera prosumer juga sudah Alhamdulillah.

Bobot kamera ini pun tidak berat. Hanya 899 gram. Cocok lah untuk saya yang memang tidak disarankan untuk membawa barang terlalu berat.

Lalu bagaimana dengan lensanya?

Lensa kamera ini adalah fix lensed. Alias ya nggak bisa diganti, begitu aja. Kemampuannya zoom-nya beneran super, lho. Mau nangis aku karena cita-cita banyak yang terwujud lewat kamera ini hueee. Alhamdulillah.

Kemampuan zoom ini bisa sampai 2000 mm. Iyah, sampai bisa moto bulan dan kawah-kawahnya. Super banget euy. Ini adalah bulan saat peristiwa supermoon di tanggal 4 November 2016.

Tapiiiii…. gampang goyang kameranya. Apalagi kalau dipegang saya yang masih belajar. Jadi kalau lensanya dipanjangin banget akan lebih baik kalau pakai tripod supaya tidak blur.

Kualitas gambarnya? Hmm… ya tentu saja ini prosumer jadi kualitasnya tidak terlalu high seperti kamera tele ya. Tapi buat saya yang beli kamera ini memang tujuannya untuk belajar foto burung, yah tentu saja jauh lebih baik. Kalau untuk fotografer profesional tentu tidak disarankan memakai kamera ini.

Nah, setelah pemakaian demi pemakaian, kemampuannya menurun. Apalagi kalau sering memanjangkan lensanya untuk foto bulan. Dan suatu hari di hutan Cangar saat sedang pengamatan burung, lensa kamera tak sengaja terbentur cukup kencang. Dan sesudah itu agak macet lensanya hingga berbunyi setiap saya panjangkan lensanya. 

Beberapa kali setiap habis foto bulan maka kamera langsung error. Akhirnya mulai tahun 2019 saya tidak lagi menggunakan kamera untuk mengambil gambar bulan karena khawatir rusak lagi.

Oh iya, kamera ini juga bisa merekam video, lho! Bisa melakukan time lapse juga donks.

Ini beberapa hasil foto burung yang berhasil saya jepret.

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top