Sunday May 19, 2024

Tips merawat sukulen

Siapa yang suka menanam sukulen? Succulent atau sukulen berasal dari Afrika dan Amerika Latin, kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk juga Indonesia. Kini, sukulen menjadi salah satu tanaman favorit di kalangan penghobi tanaman. Saya mengamati hobi menanam sukulen ini kemudian menjadi salah satu hal yang booming dan ngetrend bermula dari tahun 2018-an atas jasa instagram. Kala itu penghobi tanaman indoor luar negeri kerap membagikan foto koleksi tanaman indoornya termasuk juga sukulen. Hobi menanam sukulen ini kemudian menyebar dan menjadi ngetren, termasuk juga saya kala itu yang setiap melihat sukulen berwarna-warni langsung matanya berubah jadi berbinar-binar! Lalu bagaimana cara merawat sukulen? Benarkah seperti yang biasa saya baca; “watering when the soil feels dry, and then you could just sit back and relax?“. Kalau prinsip “siram setiap tanahnya terasa kering, lalu tinggal duduk dan relax”, lalu kenapa banyak sukulen yang pasca dibeli ternyata berakhir layu dan mati begitu saja?

Berikut tips merawat sukulen berdasarkan pengalaman:

  1. Ketahui jenis sukulen terlebih dulu

Jangan sampai salah. Setiap jenis sukulen berarti beda cara merawatnya juga. Ada yang harus lebih sering disiram, ada juga yang sebaiknya jarang disiram.

2. Siram saat media tanahnya terasa kering

Pegang media tanah sukulen sedikit, jika terasa kering itulah saatnya kita menyiram ataupun menyemprot sukulen dengan sprayer. Tapi saat menyiram perhatikan tips no.1 karena beda jenis sukulen beda pula cara dan waktu penyiramannya. Untuk jenis Haworthia, akan lebih “tahan banting” alias kalo disiram lebih sering ya tidak masalah. Sementara untuk jenis Echeveria akan lebih cepat busuk sehingga harus membuat jarak dalam proses penyiramannya. Haworthia juga tidak masalah kalau diguyur hujan (asal jangan tiap hari banget ya) namun Echeveria cukup disemprot bagian tanahnya saja dengan sprayer, jangan langsung pakai keran apalagi terlalu besar karena nanti bisa shock akarnya.

3. Hindari menggunakan batu hias

Jpeg

Meski terlihat menarik, namun hindari menggunakan batu hias untuk menutupi permukaan tanah yang ditumbuhi sukulen karena bisa membuat tanah menjadi lebih lembab dan sukulen cepat busuk. Cukup gunakan pasir malang saja di bagian atas ya!

4. Sinar matahari

Usahakan tetap terkena sinar matahari pagi sekitar jam 08.00-11-00. Sukulen yang kekurangan sinar matahari akan tumbuh tinggi dan kurus, serta warnanya juga tidak akan keluar. Jadi jangan heran kalau pas beli sukulennya berwarna ungu, lama-lama kok berubah ya? Nah, bisa jadi itu karena kekurangan sinar matahari.

Nah, sekian dulu tipsnya. Nanti kalau ada tambahan boleh share di komen ya!

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top