Wednesday May 15, 2024

Review film The Age of Adaline

Film ini ditayangkan pada tahun 2015. Saya baru menontonnya di tahun 2017 ini (trus baru nulis review sekarang *sighed).

Film ini disutradarai oleh Lee Toland Krieger dan ber-genre fiksi romantis.

The Age of Adaline berkisah mengenai Adaline Bowman (diperankan oleh Blake Lively), seorang perempuan yang berusia 29 tahun dan berhenti menua. Wajah dan tubuhnya tetap sama seperti itu meski usianya terus bertambah. Semua itu terjadi setelah ia mengalami kecelakaan mobil. Mobilnya terjun ke danau yang beku, ia tenggelam dan mengalami hipotermia, petir pun sempat menyambar mobil dan dirinya.

Seluruh perempuan rasanya ingin tetap muda dan bersusah payah melawan penuaan, tapi ketika hal tersebut terjadi secara nyata pada Adaline ternyata hidupnya malah berubah menjadi sangat sulit!

Awalnya ia senang saja karena tak mengalami penuaan. Di usia 40an, wajahnya tak jauh beda dengan anaknya yang berusia 20-an tahun. Namun kemudian ia dicurigai dan akhirnya melarikan diri dari agen FBI yang menangkapnya dan ingin menyelidiki apa yang terjadi dengan dirinya.

Ia terus menerus bersembunyi dan berganti identitas dan negara hingga 60 tahun kemudian. Dan itu berarti usianya sudah melewati 100 tahun! Adaline bahkan sempat menekuni dunia medis demi menyelidiki sendiri apa yang terjadi dengan dirinya. Namun ia tak menemukan jawabannya.

Puluhan tahun berlalu, anak Adaline sendiri pun sudah menjadi lanjut usia, namun Adaline tetap memutuskan bersembunyi dan tak bisa terikat pada seseorang. Hingga suatu hari ia bertemu dan berkenalan dengan seorang pria bernama Elis Jones (diperankan oleh Michiel Huisman).

Ternyata Elis sudah beberapa kali melihat Adaline duduk di tangga perpustakaan sambil mempelajari buku braille. (Salah satu kawan Adaline merupakan tuna netra. Mungkin karena alasan itulah ia terus berkawan. Karena Adaline tahu sahabatnya itu tak bisa mengenali keanehan pada dirinya). Adaline akhirnya memperkenalkan diri pada Elis dengan nama Jennifer.

This image has an empty alt attribute; its file name is iu-8.jpeg
51358510 Actress Blake Lively films scenes for ‘Age of Adaline’ at the Vancouver Art Gallery on March 18, 2014 in Vancouver, Canada. FameFlynet, Inc – Beverly Hills, CA, USA – +1 (818) 307-4813

Mereka pun beberapa kali melakukan dating dan Elis sempat akan melamar Adaline namun sekali lagi Adaline menghindar. Mereka akhirnya bertemu kembali dan Elis mengajak Adaline ke pesta ulang tahun perkawinan orangtuanya di luar kota. Tanpa disangka, di sinilah klimaksnya.

Ayah Elis, William (diperankan Harrison Ford), terpaku saat melihat Adaline pertama kalinya. Ia mengenali Adaline sebagai sosok yang pernah dekat dengannya puluhan tahun silam. Adaline pun berkata bahwa sosok yang dikenal William adalah ibunya yang sangat mirip dengannya dan sudah meninggal.

Keesokan harinya, William bergetar saat menyadari ada luka bekas jahitan yang tak bisa hilang dari telapak tangan Adaline. Itu adalah jahitan yang ia sendiri lakukan secara spontan saat mereka dulu mendaki berdua di hutan dan telapak tangan Adaline luka terkena tusukan ranting.

William yang sudah lanjut usia, gemetar menanggapi sosok yang dulu dicintainya, masih dengan fisik yang sama seperti puluhan tahun sebelumnya. Mereka pun melewati kesedihan bersama selama beberapa saat. Hingga Adaline kemudian kembali hendak melarikan diri. Saat mengemudikan mobil itulah ia kembali mengalami kecelakaan kembali.

Pokoknya yang bikin saya jatuh cinta sama film ini:

1. Pakaian yang dikenakan Adaline sangat stylish semuanya sejak tahun 60-an hingga puluhan tahun kemudian.

2. Semua penyebab kenapa Adaline berhenti menua berusaha dijelaskan secara saintis oleh narator. Ada hubungan antara komet yang lewat di tanggal Adaline kecelakaan, petir, dan peristiwa semesta lainnya namun nggak bikin pusing kok! Tetap saja sisi romantis yang lebih mendominasi dalam film ini.

3. Sebagai pustakawan, saya pun sempat ge-er hati karena Adaline bekerja di perpustakaan sebagai pustakawan. Bahkan adegan tersebut mengawali cerita dalam film. Latar tempat yang diambil sebagai perpustakaan adalah Vancouver Art Gallery di Vancouver, British Columbia.

Salah satu pekerjaan Adaline adalah mengurusi arsip-arsip dan reel reel film. Ia terlihat menikmati pekerjaannya tersebut. Mungkin karena sambil nostalgia mengingat dia kan dari jaman 1960an ya.

Di perpustakaan itulah kemudian ia bertemu Elis kembali setelah pesta perayaan tahun baru. Yang mana si Elis ini ternyata horang kayah yang mendonasikan banyak buku buat perpustakaan.

3. Adegan William dan Adaline yang akhirnya mengetahui kebenaran satu sama lain itu bikin baper 😭. Dulu kan ya mereka jadian gitu, eh sekarang yang satu udah 70an tahun, udah nikah, punya dua anak, yang satunya masih kaya 29 tahun 😥.

Meski William dan Adaline nggak berjodoh ya karena jadi beda jauh banget gitu, tapi seenggaknya ending film ini masih happy kok. Jadi nggak sedih banget gitu.

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top