Sunday May 19, 2024

Review sepatu Lafuma Woman Series

Saya bukan pelari, lebih suka jogging dan jalan kaki. Jogging pun sudah terhenti sejak beberapa tahun lalu karena dokter tulang melarang. Tapi niatnya sih pasca lahiran di tahun 2015 mau mulai jogging lagi. Dan meski frekuensinya jauh berkurang namun tetap diusahakan untuk jalan kaki.

Meski hanya jalan kaki tapi bukan berarti tak butuh alas kaki yang oke. Sepatu ini dibelikan oleh Aba sewaktu masih di tahun 2013.

image
jalan pagi saat hamil

Sepatu ini enak dipakai untuk lari, berjalan kaki, maupun trekking.

Pernah dipakai berkeliling untuk jogging di taman kota, menjelajah hutan, hingga trekking ke Cibereum.

Bahannya ringan dan tidak bikin kaki lecet. Bahkan tetap saya pakai saat berjalan pagi ketika sedang hamil.

Pada akhirnya sepatu ini harus menyerah di tahun 2019, saat trekking ke Curug Ciparay di Bogor. Sol bagian bawahnya copot sehingga saya harus trekking dari curug ke tempat perkemahan tanpa sol sepatu. Syukurlah bagian bawahnya tidak robek sehingga saya harus memakai sepatu dengan sensasi nyeker terkena kerasnya batu.

Terima kasih sepatu Lafuma. Sudah menemani saya selama 6 tahun.

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top