Saturday Apr 13, 2024

Tips bepergian naik kereta antar kota bersama bayi

Mungkinkah mengajak anak traveling alias bepergian? Tentu saja mungkin asalkan memiliki 200% persiapan jika membawa anak-anak dan terutama bayi. Kita juga harus siap dengan apapun yang terjadi selama di perjalanan yang bisa memungkinkan perjalanan kita molor atau tidak mencapai yang kita inginkan. Salah satu moda transportasi yang masih memungkinkan untuk bepergian dengan anak atau bayi adalah kereta.

Perjalanan pertama kami keluar kota dengan kereta adalah ke Bandung dengan anak pertama yang saat itu masih berusia 11 bulan. Waktu tempuh ke Bandung dengan kereta saat itu adalah 3.5 jam. Sebuah menit demi menit yang harus kami perhitungkan dan persiapkan segalanya. Karena masih usia 12 bulan, maka hitungannya anak kami masih tergolong bayi. Perjalanan selanjutnya, satu bulan kemudian yaitu menempuh lebih jauh lagi selama 8 jam dari PP Jakarta-Gombong.

Berikut kira-kira daftar barang yang wajib dibawa jika bepergian dengan bayi:

1. Pakaian bayi dengan jumlah yang tidak pas alias dilebihkan. Ini sebagai antisipasi sekiranya pakaian basah karena kena air, muntah, ataupun keringatan.

2. Jika menggunakan backpack carrier alias ransel seperti kami kemarin, ada baiknya membungkus setiap 1 set pakaian (baju, celana, dan kaus dalam) dengan kantong plastik. Jaga-jaga supaya tidak lembap atau tembus kena air karena kehujanan di perjalanan. Kantung plastik nantinya bisa digunakan untuk membungkus pakaian yang sudah kotor.

3. Memakai clodi atau popok disposable? Bawalah dalam jumlah yang dilebihkan sebagai cadangan.

4. Tissue basah dan tissue kering.

5. Kantong plastik

6. Wadah makanan (pilih yang bisa dilipat atau mendukungĀ light traveling)

7. Botol minum.

8. Apron untuk celemek ibu saat menyusui

9. Botol susu jika anak meminum sufor. Bisa juga membawa termos jika si anak harus selalu meminum susu formula dalam kondisi hangat

10. Jaket, kaos kaki, dan topi

11. Payung

12. Senter atauĀ headlamp.

13. Selimut

14. Obat-obatan seperti minyak telon, obat luka, dan plester

Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa tips yang semoga bermanfaat jika hendak bepergian dengan kereta keluar kota bersama bayi:

  1. Pesan tiket jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan atau harga yang semakin meningkat.
  2. Datang lebih awal ke stasiun agar tidak terburu-buru.
  3. Sebelum berangkat, pastikan anak kenyang dulu agar tidak cranky selama di perjalanan.
  4. Letakkan barang-barang yang urgent atau memiliki kebutuhan yang tinggi di tempat yang mudah dijangkau. Barang-barang seperti dompet, handphone, 1 set pakaian A plus jaket, apron menyusui, sufor, botol susu, tissue basah, dan tiket kereta saya gabungkan di tas kecil yang saya pegang.

5. Masukan barang-barang yang tidak segera dibutuhkan di bagian paling bawah tas. Misalnya selimut yang baru akan dipakai di penginapan malam harinya bisa diletakkan di paling bawah tas. Sementara baju ganti cadangan bisa diletakkan di tas bagian atas.

6. Jika dibutuhkan bisa juga membawa mainan supaya anak tidak bosan, namun usahakan jangan terlalu banyak membawa mainan agar tidak kerepotan sendiri.

Enjoy naik kereta

7. Jangan lupa, pastikan orangtua juga makan yang cukup ya. Apalagi jika masih menyusui. Dan juga bawalah obat-obatan untuk orangtuanya juga jika memang dibutuhkan. Jangan sampai persiapan anak sudah matang, eh ibunya loyo karena nggak bawa tolak angin T_T.

8. Jangan lupa berdoa.

Hal yang paling perlu diingat adalah betapa pun persiapan kita sudah demikian matang, tetap ada potensi untuk hal-hal yang tidak terduga. Misalnya saja: saya nggak pernah mabok naik kereta. Tapi ketika naik bersama A yang notabene kereta ke Bandung adalah pagi hari maka itu adalah jam A sedang melek-meleknya alias on fire. A yang lagi belajar jalan alias tetah, meminta untuk bolak-balik berjalan di koridor dengan saya. Nggak disangka ternyata jalan bolak-balik di kereta yang lagi melaju itu bikin saya mabok. Syukur aja cuma sebentar. Selebihnya saya ajak A untuk liatin jendela T_T.

Baca juga: catatan perjalanan Gombong-Jakarta naik kereta Sawunggalih bersama bayi

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top