Tuesday May 14, 2024

#BUHARTI Pengamatan burung di Hari Batik 2023

Tanggal 2 Oktober 2023 diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Jika tidak salah ingat, sejak sekitar tahun 2016-an (kalau salah mohon diralat), saat itu awalnya ramai-ramai Mas Imam, mas Swiss, dkk melakukan pengamatan burung di Hari Batik tersebut dengan secara mandiri memakai baju batik. Akhirnya ditetapkanlah jargon BUHARTI alias pengamatan BUrung di HARi baTIk. Sejak itulah setiap tanggal 2 Oktober, para pengamat burung melakukan sesi blusukan ke hutan, ke muara, ke semak-semak, dan tempat-tempat lainnya sambil memakai baju batik dan mengusung tagar BUHARTI.

Pada Oktober 2023 ini, Burungnesia, Kupunesia, beserta Birdpacker mengadakan lomba di hari batik tersebut. Para pengamat melakukan pengamatan baik burung maupun kupu-kupu sambil memakai baju batik. Hasil pengamatan dicatat ke dalam aplikasi burungnesia dan kupunesia. Jangan lupa foto saat sedang pengamatan sebagai bukti pakai baju batiknya. Nah, yang beruntung akan mendapat hadiaaah dari Birdpacker!

Tentu saja kali ini aku tak mau melewatkan event lomba. Tanggal 2 Oktober 2023 itu pun di hari Senin aku dan anak-anak melakukan pengamatan di lokasi favorit kami yaitu di area kampus UI, Depok. Sejak semalam sebelumnya aku sudah menyetrika baju batik anak-anak agar siap digunakan di Hari Batik pada hari Senin tersebut. Pemilihan lokasi ya karena memang mudah dijangkau dengan naik kereta dan anak-anak bisa membeli es krim favoritnya di perpustakaan UI.

Di hari itu, kebetulan adalah hari pertamaku diberhentikan dari pekerjaan setelah baru saja 2 bulan bekerja (huhuhu menangis karena entah kenapa peraturannya berubah dan keberadaanku sebagai guru pendamping anak autis sudah tidak dibutuhkan lagi di sana). Sedih tapi ya mau gimana lagi. Akhirnya BUHARTI ini jadi salah satu penghiburanku sambil main lagi bareng anak-anak di weekdays.

Bertiga kami naik kereta yang sangat lengang (karena arah ke Depok pagi hari berlawanan arus dengan arus manusia bekerja ke arah Jakarta) lalu turun di stasiun Universitas Indonesia. Begitu turun di stasiun kami menyeberang jalan dan melewati jalan setapak yang 18 tahun lalu rutin saya lewati setiap hendak menuju gedung perkuliahan.

Pohon-pohon kapuk tinggi-tinggi berjajar di pinggir kiri dan kanan kami. Sesekali saya mendengar suara burung cabai jawa namun tinggi sekali posisinya, tak terlihat. Saya memberikan teropong pada anak-anak agar mereka bisa mengamati burung.

Dari situ kami menyeberang lagi sambil melewati area FIB dan lalu melewati jalan setapak menuju perpustakaan. Di sini biasanya burung betet-biasa terdengar ramai-ramai di atas pohon jati. Jangan sampai lupa untuk foto-foto sambil pengamatan.

Sampai perpustakaan anak-anak pun mengeluh lapar dan akhirnya kami makan nasi kebuli untuk isi perut. Habis itu menagih es krim dan siomay. Halah-halah pengamatan jajan ini mah.

Dah ya selesai jajannya lanjut lah kami ke Masjid UI (MUI) karena inti dari pengamatan ini adalah raja-udang yang sering bertengger di dekat selasar masjid. Sambil anak-anak berlarian di selasar masjid, saya melirik jam. Sebentar lagi waktu dzuhur dan itu berarti waktunya makan siang buat raja-udang meninting. Menjelang dzuhur saya ajak anak-anak wudhu terlebih dulu. Dan benar saja saat adzan terdengarlah suara meninting tersebut yang kemudian bertengger di pohon di depan saya.

Aih, ganteng ya. The meaning of “i knew i loved you before i met you“.

Setelah anak-anak pun sudah lelah lari-larian di selasar masjid dan sudah puas pengamatan, saya pun puas dengan jepretan demi jepretan meninting, kami akhirnya memutuskan pulang melipir melewati danau. Oh iya, jangan lupa unggah catatan pengamatan ke burungnesia.

Di tepi danau, saya sempatkan untuk mengabadikan layang-layang batu yang bertengger di pohon. Lalu kami pulang naik kereta lagi dan selesai lah BUHARTI di hari itu.

Yulia

Pengamat tumbuhan, burung, dan kupu-kupu amatir, ibu dua anak, penulis, pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top